Beberapa hari yang lalu gue baca berita di kompas ol kalau film X-Men First Class meraih total penjualan tertinggi pada minggu pertama rilis. Gue udah seneng dong, karena ternyata film yang gue tunggu-tunggu sejak seribu tahun lalu ini muncul juga. Tapi kesenangan gue yang nggak seberapa itu ternyata tidak sempurnah (harus pake 'h') karena di berita yang berbeda, dikatakan bahwa film-film Hollywood nggak bakalan tampil di bioskop Indonesia karena ada masalah pembayaran royalti di muka apaa.... gitu....
Gue udah tamat nonton dari mulai X-Men yang pertama sampai The Last Stand, bahkan gue juga nonton yang Wolvrine-nya. Tapi how come? Masa gue harus nonton di Singapura sono? Heuh! Mahal di ongkos dong. Lagian nih ya, kalau nggak ada film asing yang diputar di Indonesia, terus bioskop mau diisi film apa? Terakhir gue ngecek sih, yang ada tuh berbagai jenis film yang judulnya memakai awalan dasar hantu, atau nggak kunti. Ada yang kunti pelet, ada yang hantu facebook, ada yang hantu selular (sekuel dari hantu pos giro), dan hantu-hantu jenis lainnya.
Oke, kembali ke masalah X-Men tadi, jadi gue udah misuh-misuh di kantor, mencari- cari supaya bisa menonton itu film. Satu-satunya jalan adalah memang pergi ke Singapura. Tapi karena gue orang miskin yang nggak punya passport, jadi mendingan nggak usah. Opsi kedua mungkin agak mengenaskan: nonton cd bajakan. Yah, pasti itu! FIlm bioskopnya boleh jadi nggak akan tayang di Indonesia, tapi jangan harap para bajakers di mari bakalan tinggal diam. Iya, nggak?
Sejak nonton film kartunya dulu (waktu gue masih SD) gue emang udah seneng ama X-Men dan bertekad bahwa suatu hari nanti gue bakalan punya pengendalian besi seperti Magneto. Tapi kemampuan mutasi yang paling keren menurut gue adalah Mystique, secara dia mah bisa jadi siapa aja yang dia pengen. Kalau gue punya kemampuan kayak gitu, mungkin sesekali gue bakalan jadi Dakota Fanning atau Dian Sastro.
Menonton film X-Men sebenarnya bagus untuk kesehatan mental gue, karena emang selama ini gue selalu menganggap bahwa gue ini mutant. Dan setelah nonton, ada sisi-sisi lain muncul dalam diri gue. Bisa jadi itu berupa cakar yang tumbuh di sela jemari, ataukah kemampuan hipnotis gue bertambah. Yang jelas, gue bete kalau sampai film ini beneran nggak masuk ke Indonesia mah. Bete-bete-bete!
Add to Cart
More Info